Arsip | KATA-KATA RSS feed for this section

Hanya…

10 Apr

Hanya ingin menyampaikan salam takzim kepada malam yang membebaskan bumi dari rasa silau. Atas pembebasan dari rasa panas yang menggerahkan. Pun, atas segala rangkaian kesibukan yang memenjara. Dari deretan barisan kesekian yang samar-samar, ingin benar kuutarakan salam takzimku ini untukmu, selayaknya kekasih yang menyuratkan rindunya dari persembunyian…

Kisaran, 20 Februari 2012

Sebatang Rokok

1 Mar

Sebatang rokok yang disulut adalah kesenangan bagi yang menyulut. Adalah derita bagi mereka yang anti rokok. Adalah pembawa penyakit kata kaum medis. Adalah sesuatu yang mubah, makruh, atau haram menurut khilafiyah Ulama. Sebatang rokok ini, biarlah kusulut saja di kesendirian ini…

 

 

Kisaran, 3 Pebruari 2011

Ikhwan Muslim Nasution

Bait-Bait Untuk Anakku (I)

22 Sep

Nak, tidurlah…
Arungilah kepekatan dan kegelapan malam dengan ketenangan yang menenteramkan.
Esok lusa pada masanya, kesemestian hidup kan menghadapkanmu pada sekian malam yang tak kalah pekat, tak kalah gelap.
Kesemestian hidup menuntut kearifan: ‘tuk tenang memantik penerang.
Nak, tidurlah…

Selamat Tidur, Nurani

8 Sep

Aku ingin tidur.
Melewati taman-taman bunga di kampung Khayali,
kampung satu-satunya yang jauh dari kebisingan hidup.
Tak ada sengketa, tak ada perang,
tak ada kemiskinan, tak ada kemacetan nurani.

Aku tak perlu tersinggung saban hari,
karena tak ada Palestina, Afghanistan,
Cechnya, Somalia, Irak,
dan negeri-negeri yang tertindas Tirani.
Aku tak perlu pusing oleh kebusukan-kebusukan politik
yang dipertontonkan zaman.

Tapi kau tau, Kawan.
Hidup bukanlah igauan dalam lelapnya mimpi.
Bukan nikmatnya bermesraan di taman-taman bunga.
Bukan hal-hal nisbi yang ditawarkan egomu.

Tidurlah.
dan ketika terbangun kau akan mendengar berita yang sama:
Anak-Anak Palestina meraung-raung di ujung bayonet Israel terkutuk.
perempuan-perempuan Afghanistan menjerit tertahan
menahankan kemuliaannya yang terampas
rakyat Irak saban hari diteror horor kedzaliman..

Tidurlah…
Tidurlah…
Tidurlah…

Selamat tidur, Nurani!!!

Kisaran, 8 September 2009
IKHWAN MUSLIM NASUTION

Petir Siang di Malam Hari?

22 Mei

Hujan di limbahan mereda,
Hujan di hatiku meradang.

Mendung di langit malam membekukan pori-pori,
Mendung di hatiku mendidihkan ubun-ubun.

Daun-daun di teras masjid bergoyang basah,
Daun jendela hatiku kaku dibanting taufan.

Bersama dingin malam yang menusuk inilah,
Hatiku ngilu disayat pilu…

Aku mendengar suara dari kejauhan.
Suara petir siang di malam harikah ini?
Antara menggigil dan kepanasan aku dibuatnya…

Di tangga Masjid Nurul Hidayah,
Jl. Pembangunan USU, selepas Maghrib…
Medan, 20 Mei 2009
Ikhwan Muslim Nasution

Tentang Menulis dan Tidak Menulis

27 Nov

Kadang-kadang aku ingin menulis

lalu aku pun menulis

Kadang-kadang aku tidak ingin menulis

lalu aku pun tidak menulis

Kadang-kadang aku ingin menulis

Tapi aku tidak menulis

Kadang-kadang aku tidak ingin menulis

Tapi aku menulis

Beginilah jadinya!

Gak jelas!

PJMI, 2008

Ambivalensi

19 Agu

Tiba-tiba,
susah mengenali kehendak.
Mengasingkanmu di keramaian.
Kaukah yang tak mengerti,
dan zaman ini sangat mengerti?
Atau, kaukah yang waras,
dan zaman ini tidak waras?

Terdengar pula desas-desus
Perihal hakikat
Isu lama diobral lagi.
Dan anehnya,
laris manis !!!

Kini, di kesendirian diri,
Kau dapati: ide itu telah lama terilusi.
Adalah binatang malam
Melolong panjang.
Membahasakan maknanya.
Ah, setragis dan
seironis itukah zamanmu?

Rupanya, ada jeda
untuk tidak berkata-kata.
Dan
nurani mengerti untuk tidak
Bersuara.
Hening saja.
Sendiri-sendiri
Memaknai rahasianya…

Jurang Mangu Timur,
3 Maret 2008

Ikhwan Muslim Nasution

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.