Aku sempat baca status facebook seorang Ustad beberapa waktu lalu. Kira-kira demikian statusnya: “berbukalah dengan yang manis. (HR. Sosro). Hadis teramat sangat palsu!”. Hehehe… Tentu saja maksud sang Ustad hendak meluruskan persepsi ummat, bahwa tuntunan berbuka puasa yang sesuai as-sunnah tidak demikian. Tapi ada urut-urutan keutamaannya. Seperti berbuka dengan kurma, kalau tidak ada dengan buah yang manis yang matang di pokoknya, atau dengan segelas susu murni, atau susu putih, atau air putih. Tentu saja tak ada ulama yang mengharamkan berbuka dengan pecal, bakso, bakwan, soft drink, minuman kemasan, dan lain-lain. Mubah-mubah saja.
Aku kerap minum es plus buah ramadhan ini, sehabis berbuka. Es kelapa favoritku. Ada juga es buah campur aduk, entah ini rujak manis plus air dingin. Ada pula es kelengkeng. Dan ada es teler.
Kadang, sehabis minum es tersebut satu porsi, aku shalat maghrib dulu. Dan, jujur saja, ini bukan anjuran atau semacam pamer tapi lebih pada hajat buruk yang tak boleh dicontoh Karim kelak, aku merasa harus merokok dulu setelah porsi pertama itu.
Nah, sewaktu aku shalat maghrib itu, semut-semut hitam kecil, telah pawai di dekat es-ku. Seperti kemarin, aku lupa menutupnya, jadilah satu porsi itu dikerubuti semut. Ah, jangan tanya soal kulkas, semua perabotan telah diangkut ke Rantauprapat. Yang tersisa disini, perlengkapan ala anak kos lajang saja. Hehehe…
Tapi iya, ramadhan minggu pertama, ketika bersama Karim dan Mama Karim, rasanya jauh lebih indah dan lebih mudah. Tapi ya, memang masih demikianlah adanya. Jadi, Bapak-bapak sekalian, kapan saya dimutasikan ke Rantauprapat?
Kisaran, 11 Agustus 2011
Ikhwan Muslim Nasution
(AR 2 – W 3 – 115 yang berhasrat dimutasikan ke Rantauprapat, mana tau ada orang Kanwil yg baca. Hehehe… )

